Senin, 29 Desember 2014
Selamat Ulang Tahun..
Tepat pada hari itu. Kau dilahirkan ke dunia dengan segala apa yang kau punya.
Dengan bakat dan karisma yang kau punya hingga hari ini.
Itu yang membuat ku selalu terpana saat melihat mu.
Kau sudah menjadi sosok yang baik. Semoga akan menjadi yang lebih baik.
Sebenarnya tidak ada keberanian untuk hal itu.
Semacam ingin diucapkan namun terkunci di mulut.
Ya, blog ini menjadi perantara ucapanku untuk mu.
Mungkin aku bukan seseorang yang kau nantikan ucapannya.
Namun aku yang selalu mengingat untuk mengucapkan.
Tidak ada hadiah yang spesial dari ku.
Hanya sebait do'a disetiap akhir ibadahku.
Mungkin akan aku selipkan diantara doa'a untuk orangtua dan keluarga ku.
Tidak ada yang spesial, kan?
Dan yang selalu aku harapkan adalah agar kau tidak pernah melarang ku untuk selalu mengagumimu.
Untuk mu, ksatria impian.
Selamat Ulang Tahun
Kamis, 04 Desember 2014
Pengagum Rahasia
Berawal dari kekagumanku melihat kemampuanmu. Berlanjut kepada sikapmu yang jarang laki-laki memilikinya. Keta’atanmu untuk bersimpuh kepada sang pemilik alam, membuat dada ini bergetar.
Hanya senyum
yang mewakili perasaan ini saat melihat mu. Tidak untuk diceritakan. Aku masih
bisa menyimpan rapih rasa ini.
Hari semakin
berlalu, ternyata senyum mengeluh dan tidak sanggup untuk mewakili perasaan
ini. Begitu bergejolak kah, hingga senyum tidak sanggup lagi untuk menahan
getaran hati dan air mata gembira ini?
Sejujurnya,
melihat mu adalah hadiah favourite yang selalu aku nantikan setiap harinya. Namun
kau tak pernah tau. Entah sampai kapan.
Aku memilih
untuk menjadi pengagum rahasia mu. Yang tidak lain kerjaannya hanya
memperhatikan dan mendoakan mu disela sela ibadah ku.
Kalau dipikirkan,
masih ada saja orang seperti ku. Menutupi perasaannya namun berharap untuk bisa
dekat. Bintang pun lelah setiap malam mendengar cerita konyol ini. Tapi apa
daya, hanya ini yang bisa aku lakukan.
Khayal tak pernah
pergi dari pikiranku. Hanya dia saja yang menjadi topik utama. Sudah berapa
banyak judul khayalan yang terputar saat sepi menyerang? Ratusan? Ribuan? Aku tidak
peduli. Karna, dia tidak akan pernah tau isi hati ini.
Langganan:
Komentar (Atom)

